Kesehatan

Cara Sosialisasi dan Edukasi Vaksin Covid-19 ke Masyarakat

Ketahui Distribusi Vaksin Corona di Indonesia

Vaksin virus corona buatan Sinovac dari China telah tiba di Indonesia pada tanggal 6 Desember 2020 yang lalu. Presiden Joko Widodo memantau langsung pendaratan 1,2 juta vaksin ini di bandara Soekarno-Hatta. Tahukah kamu, bahwa vaksin Sinovac merupakan vaksin berjenis inactivated vaccine?

Vaksin ini merupakan vaksin yang menggunakan versi lemah atau inaktivasi dari virus yang berfungsi untuk memancing respons imun di tubuh kita. Disamping itu, vaksin inactivated memerlukan beberapa dosis dari waktu ke waktu untuk mendapatkan imunitas berkelanjutan terhadap penyakit.

Vaksin yang digadang-gadangkan dapat melawan virus covid-19 ini akan diberikan kepada masyarakat secara gratis. Sehingga, masyarakat tak perlu lagi memikirkan soal problema biaya vaksin yang sempat dicemaskan sebelumnya.

Sementara itu, dibutuhkan pula penerimaan secara menyeluruh oleh masyarakat terkait vaksin covid-19 agar proses vaksinasi berlangsung dengan efektif dan efisien. Pemerintah perlu menindaklanjuti pengumuman terkait vaksin covid-19 ini dengan cara melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Cara Sosialisasi Vaksin Covid-19 yang Tepat ke Masyarakat

Lalu, seperti apa cara yang tepat untuk sosialisasi dan edukasi vaksin covid-19 ke masyarakat?

5 Vaksin Corona Terdepan yang Sudah Lalui Uji Klinis

Pakai Kearifan Lokal Untuk Sosialisasi Vaksin

Proses sosialisasi dan edukasi antara wilayah A tentu saja berbeda dengan wilayah B. Sehingga, dapat disimpulkan pula bahwa metode sosialisasi antara wilayah yang satu juga berbeda dengan wilayah yang lainnya. Sikap beberapa masyarakat yang cenderung apatis terhadap efektivitas vaksin membuat pemerintah perlu melakukan pendekatan khusus kepada masyarakat.

Oleh karena itu, salah satu cara yang dinilai efektif untuk sosialisasi dan edukasi vaksin virus corona adalah dengan memanfaatkan kearifan lokal daerah setempat, seperti salah satunya dengan menggunakan bahasa daerah.

Pemerintah, dinas kesehatan, dan tenaga kesehatan harus menjadi aktor dalam penyampaian edukasi vaksin covid-19. Sehingga, masyarakat tidak hanya mendapatkan pesan mengenai vaksin yang sulit diterima, proses penyalurannya lama, dan lain sebagainya. Masyarakat juga mendapatkan pesan inti dari kegunaan dan efektifitas vaksin itu sendiri.

Hal ini juga berlaku apabila menggunakan media yang berbentuk visual. Sosialisasi dan edukasi vaksin covid-19 dapat dilakukan melalui pemberitaan media online, televisi, penggunaan poster, media sosial dan lain sebagainya sesuai dengan bahasa lokal yang mudah dipahami oleh masyarakat setempat. Dengan menggunakan bahasa daerah, masyarakat diharapkan mendapatkan pesan-pesan penting yang membuat mereka lebih mengenal dan teredukasi mengenai vaksin covid-19 ini.

Program Rangkul Budaya

Beberapa masyarakat di daerah tertentu, menolak diberi vaksin karena alasan tidak percaya dengan efektifitasnya.  Lantas bagaimana solusinya?

Literasi masyarakat mengenai kesadaran protokol kesehatan tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Oleh karena itu, perlu adanya keterlibatan tokoh masyarakat pada proses sosialisasi dan edukasi covid-19. Dengan ini diharapkan sosialisasi akan lebih mudah didengar dan diterima warga di daerah.

Pemerintah pusat maupun daerah serta masyarakat tidak bisa bergerak sendiri-sendiri, semuanya harus bergerak bersama. Pemerintah daerah setempat dapat melakukan pendekatan dengan cara menjalin kerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat yang dipercaya dan dihargai oleh masyarakat sehingga pemahaman tentang vaksin covid-19 ini dapat diterima dengan baik.

Oleh karena itu, pemerintah perlu ekstra cara untuk mensosialisasikan vaksin. Tujuannya adalah masyarakat memahami bahwa vaksin memang ada dan sangat diperlukan untuk mencegah covid-19.  Kita semua tahu pandemi ini dipenuhi banyak hoaks. Sehingga, transparansi pemerintah terkait vaksin secara gamblang sangat diperlukan.

Disamping itu, berbagai inovasi dibidang teknologi diciptakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, misalnya pemanfaatan big data untuk mengidentifikasi adanya potensi klaster Covid-19, fitur rujukan rumah sakit, konsultasi jarak jauh, serta pengiriman obat ke rumah. Halodoc misalnya.

Halodoc turut mengambil peran dalam menyediakan “rumah sakit tanpa dinding” saat terjadinya keadaan darurat melalui pemanfaatan teknologi digital. Hal ini sangat pantas untuk diapresiasi ditengah banyaknya tantangan dan minimnya akses layanan serta kapasitas bidang kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *