Olahraga

Sanksi Tegas untuk Walikota Penggigit Medali Olimpiade Tokyo

14 Rekor Dunia yang Dipecahkan Para Atlet di Olimpiade Tokyo 2020

Pagelaran besar olahraga baru saja digelar di Jepang. Ada banyak kisah yang ditinggalkan dari acara tersebut. Beberapa bahkan sampai menjadi pembicaraan hangat di seluruh dunia.

Salah satunya adalah tentang walikota Takashi Kawamura yang ketahuan menggigit medali yang diperoleh seorang atlet softball putri Jepang dalam olimpiade Tokyo, Miu Goto. Berkat aksinya tersebut, dirinya dikenakan sanksi tegas berupa potong gaji guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Siapa Takashi Kawamura?

Publik mungkin bertanya-tanya, siapa Takashi Kawamura? Faktanya, Takashi Kawamura adalah seorang walikota yang menjabat di Nagoya. Kebetulan, Miu Goto tinggal di prefektur tempat dirinya bertugas.

Takashi Kawamura Menerima Sanksi Pemotongan Gaji dengan Lapang Dada

Oleh karena sikapnya yang dianggap tidak etis dalam pagelaran olimpiade Tokyo tersebut, Takashi Kawamura dijatuhi hukuman berupa potong gaji selama 3 bulan. Di hadapan awak media, dirinya mengaku akan menerima sanksi tersebut dengan lapang dada. Kabarnya pemotongan gaji tersebut akan dimulai pada September 2021.

Takashi Kawamura siap menjalankan semua sanksi yang ditujukan padanya. Menanggapi isu pemecatannya, dirinya mengaku masih ingin melayani masyarakat Nagoya hingga jabatannya berakhir.

Dewan Nagoya Sudah Menghitung Nominal Gaji yang Dipotong

Atas hal yang dilakukan oleh Takashi Kawamura di olimpiade Tokyo tersebut, pihak dewan Nagoya pun sudah mulai bertindak. Salah satunya menghitung kisaran gaji yang dipotong untuk walikota Nagoya tersebut.

Menurut anggota dewan, Takashi Kawamura akan kehilangan sekitar 1,5 juta yen. Kalau dikonversikan sekitar 13.000 dollar AS atau Rp 187,2 juta. Cukup banyak memang, namun dianggap cukup sepadan dengan kesalahan yang dilakukannya.

Takashi Kawamura Dituding Melakukan Perundungan

Setelah gelaran olimpiade Tokyo digelar, ternyata Miu Goto pun masih mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari sosok walikota tersebut. Miu Goto mengaku merasa mendapatkan aksi perundungan. Kala itu, dirinya datang ke Balai kota Nagoya untuk melaporkan pencapaian medali emasnya.

Wanita 20 tahun itu pun mengaku diberikan pertanyaan oleh sang walikota yang dipandang terlalu menyudutkannya. Walikota yang sampai saat ini masih menjabat di Nagoya itu bertanya tentang hal yang mengarah pada hal pribadi yang terdengar kurang pantas.

Tindakan Takashi Kawamura Mendapat Reaksi Keras dari Banyak Pihak

Semua yang mengikuti perkembangan olimpiade Tokyo, terlihat mengkritik keras pada tindakan walikota Nagoya tersebut. Bahkan di media sosial, aksi tak pantasnya sudah mendapatkan komentar pedas dari 7000 pengguna internet. Aksi protes pun dilayangkan Toyota yang merupakan pemilik club soft ball di Liga Soft ball Jepang dimana Miu Goto bertanding juga melakukan hal yang sama.

Pihak Toyota benar-benar memberikan kritik pedas dengan menunjukkan rasa tidak hormat dengan ikut meninggalkan komentar melalui laman media sosial. Medali Miu Goto sempat diganti baru dari Komite Olimpiade Internasional (IOC)

Tindakan kurang etis dari Takashi Kawamura tersebut agaknya menjadi pelajaran besar. Meskipun tidak bermaksud melukai dan menyinggung pihak lain, ada baiknya tidak dilakukan. Apalagi di tengah acara besar seperti olimpiade Tokyo yang sudah digelar beberapa waktu lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *